Jumat, 28 Oktober 2011

Cermin Sumpah Pemuda : Pemuda bukanlah perusak, namun pembangun !

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjungjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Masihkah banyak yang mengingat bait-bait ini? yah..itu adalah bait-bait sumpah pemuda Indonesia, diikrarkan 28 oktober 1928. Sumpah yang mewakili kesetiaan pemuda Indonesia dalam membangun negerinya. Lihatlah, betapa komitmen pemuda dulu dalam memajukan negaranya, bersatu dan bekerja keras.

Spirit pemuda, sangatlah penting dalam pembangunan suatu negeri. Tidaklah salah jika Soekarno mengungkapkan, "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia". Itu karena satu orang pemuda memiliki banyak sekali mimpi, dan semangat yang dimiliki satu orang pemuda, lebih besar dan lebih meluap-luap dibandingkan orang yang tua. Semangat inilah yang dimiliki oleh para pemuda Indonesia yang juga berperan penting dalam merebut kemerdekaan.

Semangat inilah yang harus ada dalam para pemuda. Semangat yang membangun negeri. Namun, semangat dan kekuatan yang dimiliki oleh pemuda, tentunya hendaknya diikuti dengan keinginan dalam membangun kebaikan, bukan malah merusak apa yang telah dibangun  bersama.

Mari menjadikan semangat pemuda, hari ini dan seterusnya, untuk membangun negeri.

Rabu, 26 Oktober 2011

Pagi yang romantis

And baby when you sleep
I watch you breathing
Baby when you dream
I dream with you
Cause everywhere you are is where
I wanna be
It's true everything you do
Makes me know how much I love you.


Laptop kesayangan Nakke lagi ngeblog romantis,,tumben,,hehee.....
Sepenggal bait tembang lawas namun berasa romantis ini, mengingatkan Nakke sama My Sweet Yellow untuk pagi ini. Walau sebenarnya tiap hari ia menari-nari dalam memoriku..:)
Pagi ini, Nakke sengaja buka laptop dan ngeblog buat ungkapin sisi romantis Nakke yang tiba-tiba muncul, karena Nakke pikir Nakke punya sisi romantis, walau sedikit..hehee
Yaah... Semoga Allah mengikat Nakke dan MSY hingga ke akhirat yang indah...amiin yaa robbal'alamin..
:)

Awal dari Akhir Perjalanan

*Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan..sayang engkau tak duduk di sampingku kawan...*
 
Alhamdulillah...akhirnya selesai juga perjuangan skripsi ini. Setelah Nakke mengikuti beberapa "ritual" mahasiswa tingkat akhir, mulai dari penyusunan proposal, lari-lari keliling kampus mengejar bapak dan ibu dosen pembimbing, seminar I, seminar II, dan akhirnya..ujian sidang, maka Nakke pun sudah bisa senyum-senyum sumringah.

Akhirnya...
Apakah ini betul-betul telah selesai ? Enak ajaah...belum laah..Masih ada ritual terakhir yang wajib Nakke jalani, kerja pantulan sidang *bahasanya gak enak banget yaah..kebayang orang lagi sidang trus dipantul2in ke meja sidang,,hahaha....*, mencari-cari tanda tangan pengesahan skripsi ke pembimbing dan penguji, dan tahap akhir, pengurusan BPS (Bukti Penyerahan Skripsi) dan daftar wisuda online.
Tapi, setidaknya, Nakke sudah bisa bernapas lega, seperti sudah menelan permen Wood's saat tenggorokan lagi nggak bersahabat. Waktu Nakke keluar dari ruangan sidang, Nakke dapat sambutan hangat ceria dari teman-teman seangkatan. Pas langkah kaki pertama keluar ruangan, yang terbayang adalah senyum orang tua Nakke, kemudian senyuman orang-orang yang selama ini memberi bantuan ke Nakke, trus senyuman, semangat, dan dorongan dari My Sweet Yellow, dan mayat-mayat tikus putih galur wistar *beuuh...kalo nulis dan baca kata "tikus" itu bawaannya mau tulis dan bilang tikus putih galur wistar teruss...-efek samping pembuatan skripsi,hehee...* yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi penelitian Nakke. Untuk ucapan terima kasihnya, bisa dilihat di lembar ucapan terima kasih di skripsi Nakke. :)

Aura ketegangan
Ruangan sidang Nakke sebenarnya adalah ruang dosen biofarmasi -ruangan kebanggan Nakke- yang disulap sama kak Cia -laboran enterpreneur yang Nakke kenal- buat ujian sidang, jadi keren banget. Ujian sidang yang penuh dengan aura-aura ketegangan, dapat diredam dengan tata ruang sidang yang menawan oleh kak Cia *big thanks for aunty Cia...hehe*