Rabu, 04 Januari 2012

Akhirnya Selesai juga

Hai temang-temang, lama tak berjumpa..lama juga saya menulis di blog ini. Pasti bersarang laba-laba mi ini blogku ee..
Iya temang-temang, belakangan ini saya tidak menulis karena berbagai hambatan. Tentunya hambatan inilah yang menjadi -sekali lagi- hanya alasan untuk tidak menulis *hukum aku guru..(T.T)* 


Kali ini saya ingin berbagi kebahagiaan dengan temang-temang sekalian. Berbagi kesenangan setelah saya menikmati gaun panjang sampai lutut berwarna hitam nan wangi semerbak, lengkap dengan topi khasnya yang atas topinya berbentuk segi lima dengan tali-tali yang diikatkan padanya. Yuhuuu......itu adalah pakaian wisuda...
Iyek...akhirnya saya telah memenuhi janji-janji saya kepada ayah-ibu serta nenek, untuk menyelesaikan program studi S1 saya dengan baik.

Setelah 5 tahun 4 bulan mengikuti jenjang perkuliahan S1 di farmasi, *waah..lama juga yaah,hehee...* akhirnya selesai juga perjuangan awal ini. Memang lama, tapi dari kelamaan itu, banyak ilmu yang saya peroleh. Saya tidak mengatakan percuma orang sarjana cepat tapi tak ada hasil. Karena orang yang sarjananya cepat berarti orang yang dapat menyelesaikan kuliahnya dengan waktu yang efisien. Perjuangan 5 tahun 4 bulan itu lebih banyak saya luangkan untuk memperbaiki nilai-nilai yang sempat anjlok. Karena saya berpikir bahwa saya tidak mau keluar dari bangku kuliah sebelum mendapatkan IPK yang sangat memuaskan. Karena IPK yang sangat memuaskan ini, adalah modal saya untuk menikah ! *loh..kok bisa??menikah pakai IPK?haha...* iyalaah..dengan mendapatkan IPK yang sangat memuaskan berarti kita telah membuka kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan bidang perkuliahan kita. Jadi, makin luas kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai bidang perkuliahan, maka makin besar kesempatan kita untuk naik ke pelaminan, itu pendapat saya, hahaa...
Yah, sudahlah.

Kalau saya mengingat-ingat lagi segala perjuangan yang dilakukan untuk memakai baju wisuda itu, ternyata begitu menyesakkan. Pertama-pertama buat penelitian, bingungnya minta ampun. *Proposal...oh,, proposal...* saat proposalnya saya buat pertama kali sih tidak menemukan masalah yang berarti. Namun waktu proposalnya dikumpul ke pembimbing, buuuussseeeettt....pantulannya berlipat-lipat, mirip Farmakope Indonesia edisi IV muka saya melihat pantulannya. Tentu saja, perilaku bersabar menghadapinya adalah cara yang paling ampuh untuk menghadapinya. Setelah proposal kelar, timbul lagi masalah lain. ACC proposalnya ! Butuh betis yang kuat untuk memburu tandatangan-tandatangan para pembimbing saya. Maklum, mereka adalah dosen-dosen yang termasuk sibuk di kampus. Jadi harus ekstra kuat dan ekstra sabar mencari beliau. Dan alhamdulillah, waktu itu proposal saya sudah ACC dan tinggal tunggu giliran untuk seminar proposal.

Tibalah saatnya saya mempresentasikan proposal penelitian. Hari itu, mei 2010, saya lupa tanggalnya, sudah terlalu lama soalnya, hehehe...,,membawa proposal penelitian dengan judul Uji Efek Hipolipidemik Ekstrak Klika Ongkea (Mezzetia parviflora Becc) terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Jantan pun saya pegang dengan baik lalu naik mempresentasikannya. Saya tidak bisa melupakan betapa hebatnya serangan-serangan pertanyaan dari bapak-bapak dan ibu-ibu dosen. Dan saya hanya merespon dengan menjawab semampu saya, hahaha.... karena saya tidak tahu mau menjawab pertanyaannya saking gugupnya. Tapi alhamdulillah terlewati juga.. :)
Setelah seminar proposal, penelitian pun berjalan. Sebenarnya penelitian saya sudah berjalan sebelum seminar proposal, untuk menghemat waktu. Tapi ternyata saat penelitian banyak sekali hambatan yang saya hadapi. Bahkan penelitian yang standar waktunya adalah 6 bulan itu saya harus ulangi sampai 2 kali. Itu artinya waktu yang terpakai adalah 12 bulan atau 1 tahun. Jadi, gimana mau cepat sarjana kalau penelitiannya saja sampai 1 tahun?? Tapi, saya berusaha bersabar dan bertawakkal kepada Alloh, semoga diberi jalan yang baik. :)
Saya pun sempat putus asa dalam menghadapi penelitian saya ini, karena saya dihinggapi stres yang timbul akibat banyaknya hewan coba yang saya gunakan, ada sekitar 64 ekor tikus putih yang digunakan. Dan lebih stres lagi saat saya menemukan beberapa ekor yang tiba-tiba mati dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Aaahh....rasanya juga mau mati liat tikus-tikus penelitian saya mati. Mati deeh!!! x_x


Akhirnya, penelitian yang saya lakukan selama 2,5 semester itu pun alhamdulillah selesai. Saya pun mulai merampungkan berkas-berkas untuk seminar hasil dengan cepat sekaligus mencari jadwal ujian sidang. Seminar Hasil yang saya tunggu-tunggu akhirnya dilaksanakan 16 september 2011.. *jauh banget yaa...jeda waktu antara seminar proposal dan seminar hasilnya.. T.T* hari itu hari jumat. Sengaja saya cari jadwal hari jumat pagi, jam 9.00 am waktu indonesia bagian Unhas Farmasi, karena hari jumat pagi itu seminarnya cuma 2 jam, kalau waktu-waktu lain sampai 2,5 jam bahkan sampai 3 jam. Beda dengan waktu seminar proposal, seminar hasil yang saya bawakan tidak mendapatkan satu pertanyaan pun dari dosen mana pun. Hanya satu dosen yang memberi tanggapan terhadap hasil penelitian saya, itu pun hanyalah sebuah saran, itu pun hanya dari ketua penguji saya. Alhamdulillah, mungkin mereka -para dosen- sudah sangat mengerti dengan penjelasan mengenai hasil penelitian saya,:) Dan, seluruh tubuh tiba-tiba merasakan desiran aliran darah dari vena-vena dan arteri-arteri, saat moderator seminar menutup acara seminar hasil yang saya bawakan. Waah..legaaaaa skaaliiii,,,:D


Saya lalu mempersiapkan segala berkas untuk mengikuti ujian sidang. Mulai dari belajar materi-materi skripsi sampai mengatur tempat ujian sidang. Fiuuuhh...kamarku yang berantakan pun tidak sempat saya bersihkan dan rapikan..

Daan,, ujian sidang puun tibaaa...
Detak jantung tak beraturan, pandangan kosong, gugup, gelisah, berkeringat, waah..bercampurlah semua kegundahgulanaan menghadapi ujian sidang. "aduh...nanti ditanya apa yaah? nanti saya jawab apa yah? nanti....nanti...nanti...." banyak pertanyaan-pertanyaan dan kekhawatiran yang tidak jelas timbul di pikiran saya. Tepat pukul 2.00 pm waktu indonesia bagian Unhas Farmasi, dosen penguji dan dosen pembimbing serta dosen tamu pun telah hadir untuk menguji skripsi saya. Saya dipanggil masuk ke ruangan sidang, lalu dicerca beberapa pertanyaan. Muka saya seperti Nazaruddin yang baru saja kedapatan plesiran di luar negeri. PUCAT !! Saya pun menjawab sebisa saya dan sebaik mungkin. 1,5 jam saya di dalam ruangan sidang "dicambuk" dengan pertanyaan dan pernyataan yang mengupas kulit telinga. Dan pernyataan yang paling mengerikan adalah dari ketua penguji saya "Jangan cuma meng-iya-iya-kan, percuma...saya bisa tidak kasih lulus kamu kalau begini!" untungnya beliau tidak benar-benar melakukannya...iiih,,ngeriii....
Keluar ruangan sidang, ternyata teman-teman saya sudah banyak yang menunggu memberi selamat. Mereka tersenyum lebaar dan ikut berbahagia saat mendengar palu sidang diketuk 3 kali dan diputuskan saya lulus dengan predikat sangat memuaskan. Kami pun saling memberi selamat.
Aaaahh,,,kenangan itu....tak terasa sampai juga,,